RSS

suku budaya aceh

Aceh...tentu anda sudah sering mendengar nama Aceh , yang sekarang hanya sebuah provinsi dari Negara Republik Indonesia, tapi tahukah anda asal mula Bangsa Aceh dari mana...?. Aceh...adalah sebuah bangsa yang sudah ada sejak 2.500 tahun yang lalu dan sudah dikenal sejak abad ke-5 M dengan kerajaan Poli yang berada di pantai Sigli ( Aceh Pidie ) , Aceh adalah bangsa yang unik yang terdiri dari multikultur suku dan bahasa serta budaya, Aceh adalah negeri yang penuh julukan...Aceh negeri serambi mekkah, Aceh negeri tanah rencong, Aceh negeri syariat Islam, Aceh negeri sejuta warung kopi dan sebagainya. Menurut salah satu sumber dikalangan peneliti sejarah dan antropologi seperti yang saya kutip dari Cakradonya, bahwa asal usul Bangsa Aceh berasal dari suku Mantee yang hidup di rimba raya Aceh yang memiliki ciri-ciri postur tubuh agak kecil dibandingkan dengan orang Aceh sekarang. menurut prakiraan suku mantee ini mempunyai hubungan terkait dengan suku bangsa Mantera di Malaka yang merupakan bagian dari bangsa Monk Khmer dari hindia belakang.Seprti anda lihat persamaan yang ada dalam jiwa-jiwa orang Aceh dengan orang Khmer yaitu semangat dan api revolusi yang menyala-nyala. Artikel utama: Sejarah Aceh Aceh Darussalam pada zaman kekuasaan zaman Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam (Sulthan Aceh ke 19), merupakan negeri yang amat kaya dan makmur. Menurut seorang penjelajah asal Perancis yang tiba pada masa kejayaan Aceh di zaman tersebut, kekuasaan Aceh mencapai pesisir barat Minangkabau hingga Perak. Kesultanan Aceh telah menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan di dunia Barat pada abad ke-16, termasuk Inggris, Ottoman, dan Belanda. Kesultanan Aceh terlibat perebutan kekuasaan yang berkepanjangan sejak awal abad ke-16, pertama dengan Portugal, lalu sejak abad ke-18 dengan Britania Raya (Inggris) dan Belanda. Pada akhir abad ke-18, Aceh terpaksa menyerahkan wilayahnya di Kedah dan Pulau Pinang di Semenanjung Melayu kepada Britania Raya. Pada tahun 1824, Persetujuan Britania-Belanda ditandatangani, di mana Britania menyerahkan wilayahnya di Sumatra kepada Belanda. Pihak Britania mengklaim bahwa Aceh adalah koloni mereka, meskipun hal ini tidak benar. Pada tahun 1871, Britania membiarkan Belanda untuk menjajah Aceh, kemungkinan untuk mencegah Perancis dari mendapatkan kekuasaan di kawasan tersebut. Kesultanan Aceh merupakan kelanjutan dari Kesultanan Samudera Pasai yang hancur pada abad ke-14. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Kutaraja (Banda Aceh). Dalam sejarahnya yang panjang itu (1496 - 1903), Aceh telah mengukir masa lampaunya dengan begitu megah dan menakjubkan, terutama karena kemampuannya dalam mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, komitmennya dalam menentang imperialisme bangsa Eropa, sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik, mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan, hingga kemampuannya dalam menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain. Upacara Troen Bak Tanoeh atau disebut juga upacara turun tanah merupakan sebuah tradisi masyarakat Aceh yang mengsimbolkan pada kesucian ibu bayi yang baru saja melewati masa persalinan. Dalam prosesi upacara ini juga melibatkan bayi yang baru lahir, di mana pada saat upacara berlangsung bayi dibawa ke luar rumah Masyarakat Aceh dalam menilai atau menghargai sisi kehidupannya selalu diwujudkan dengan perayaan, salah satunya upacara kelahiran. Dimana upacara ini meliputi beberapa tahap baik dari peralatan, tata laksana dan nilai budaya yang terkandung dalam upacara tersebut 1. Tahapan Melamar (Ba Ranup) Ba Ranup merupakan suatu tradisi turun temurun yang tidak asing lagi dilakukan dimana pun oleh masyarakat Aceh, saat seorang pria melamar seorang perempuan. Troen u Laoet atau turun ke laut merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Aceh Pidie di setiap memulai turun ke laut yang juga diselingi dengan acara peusijuek atau tepung tawar dan kenduri. Troen u Blang atau turun sawah merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Aceh Pidie di setiap memulai penanaman baru di sawah atau ladang diselingi dengan khanduri atau kenduri untuk dapat berkah hasil yang maksimal. Awal mula Sumang tidak diketahui sejak kapan, karena sudah ada sejak jaman dahulu. Yang jelas Sumang lahir pada saat pemuda pemudi sudah mulai meninggalkan atau melanggar adat istiadat Gayo. Adapun pengertian dari Sumang adalah suatu aturan yang tidak boleh dilakukan atau dikerjakan Bicara tentang masakan Aceh tentunya tidak terlepas dari kebiasaan makan masyarakat Aceh. Hidangan tidak terlepas terlepas dari penggunaan bumbu. Cita rasa bumbu dan rempah yang padat sangat menggugah selera makan, sehingga tidak jarang dijumpai orang yang sedang makan hingga keringatan. Orang Aceh sangat menghargai makanan sehingga menggarap makanan dengan serius. 1. Ayam Tangkap Ayam Tangkap ini sangat terkenal di Aceh. Sajian makanan yang satu ini amat menarik, yaitu ayam berbumbu yang digoreng bersama daun rempah-rempah yg beraroma harum dan menggugah selera. 2. Mie Aceh Buat pencinta masakan yang pedas, Mie Aceh harus dicoba. Dicampur dengan sayuran segar dan bumbu-bumbu lainnya seperti, bawang putih, bawang merah, cabe dan lain-lain. Mie Aceh memiliki rasa yang lezat dan menantang. Biasa dicampur dengan kepiting, udang, telur, gurita dan daging sapi. 3. Sie Masak Puteh Terbuat dari campuran berbagai macam bumbu yang langsung meresap ke dalam daging sapi hingga ke tulangnya. Dicampur dengan santan kelapa, akan membuat anda meneteskan air liur untuk segera mencobanya. 4. Gule Pli’ U Makanan Khas Aceh ini terbuat dari berbagai macam sayuran yang dimasak dengan bumbu yang khas yaitu Pli’U (Kelapa yang telah dibusukkan) 5. Eungkot Kayee Ikan Kayu merupakan makanan tradisional Aceh yang paling banyak diminati oleh orang Aceh selain memiliki rasa yang lezat dan unik Ikan ini terbuat dari ikan tuna yang telah direbus kemudian dikeringkan yang kemudian diiris-iris kecil. Dimasak dengan menggunakan Santan Kelapa, Kentang, Cabai Hijau dan bahan rempah lainnya. ikan kayu ini tahan lama untuk dibawa perjalanan jauh sehingga dapat dijadikan bekal dalam perjalanan. Selama perang Aceh melawan Belanda di Hutan, jenis makanan ini sangat terkenal karena sangat mudah dibawa dan dimasak. 6. Sie Reuboh Sie Reboh Cuka adalah daging rebus yang dimasak dengan bumbu-bumbu yang dihaluskan kemudian ditambahkan cuka sehingga menimbulkan rasa asam yang segar. Biasanya menggunakan daging kambing dan daging sapi. Lebih enak disantap selagi hangat. 7. Sambai Udeueng Tidak mantap rasanya jika makan tanpa sambal. Orang Aceh memiliki banyak jenis sambal, salah satu diantaranya Sambal Udeueng atau yang dikenal dengan Cicah Udeueng. Terbuat dari Udang yang dihaluskan dengan beberapa bumbu seperti cabe rawit, bawang merah dan sedikit belimbing wuluh untuk menambah rasa segar. 8. Beulacan Belacan terbuat parutan kelapa yang diberi bumbu kemudian dibungkus dengan daun pisang muda dan dibakar hingga matang. 9. Bu Briani Bu Briani adalah nasi yang dikukus dengan berbagai macam bumbu dan rempah. Walaupun sudah komplit dengan daging dan bumbu lainnya, Biasanya Nasi Briani dilengkapi dengan Acar, Dalcan, dan Kerupuk Meuling (Kerupuk Melinjo) 10. Boh Itek Masen Telur Asin terbuat dari telur bebek yang diasinkan dengan cara yang tradisional, melengkapi hidangan dengan rasa yang manthap! Analisis : setiap suku budaya yang berbagai macam di indonesia pasti mempunyai kebiasaan atau keburukan yang berbeda beda pastinya, salah satu yang saya ambil adalah aceh …. Aceh cukup baik dari segi agama, makanan kesopanan dll nya 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar