RSS

komentar BBM naik

Komentar
BBM Naik, Dahlan Iskan Bikin Mobil Listrik
Mobil dengan tenaga listrik sudah sangat diperlukan di Indonesia.
Kamis, 15 Maret 2012, 18:24 WIB
Sandy Adam Mahaputra, Nila Chrisna Yulika

Dahlan Iskan (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengumumkan rencana pembuatan mobil nasional dengan tenaga listrik. Itu dilakukan sebagai upaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

"Saya ingin BUMN melahirkan mobil nasional, tapi mobil listrik. Konsepnya tidak pakai BBM, tapi listrik. Karena kalau tidak ada usaha mengurangi pemakaian BBM, akan heboh begini terus," kata Dahlan usai menemui pimpinan DPR di gedung DPR, Jakarta, Kamis 15 Maret 2012.

Menurut dia, mobil dengan tenaga listrik sudah sangat diperlukan, mengingat jumlah mobil di Indonesia semakin banyak. Sementara itu, persediaan BBM semakin berkurang. "Kecenderungan dunia akan seperti itu, sehingga tidak lagi pakai BBM dan beralih pakai listrik. Dunia sebentar lagi mengarah ke sana," kata dia.

Dahlan menambahkan, mulai April akan difinalisasi para ahli dari Indonesia untuk merancang mobil listrik itu.

"Sekarang kan sudah banyak sekali ahli dari Indonesia yang sudah punya konsep mobil nasional. Nanti kami akan kumpulkan pada 21 April dan ini sekarang sedang proses pendaftaran," ujar dia.

Dahlan menambahkan, untuk melahirkan mobil nasional diperlukan dana sebesar Rp5 triliun untuk tahap pertama. "Ya, memang mahal, tapi daripada Rp200 triliun untuk subsidi BBM, mendingan untuk melahirkan mobil listrik," kata dia. (art)

• VIVAnews
#Istana: Demo BBM, Karena Belum Paham
"Kami sedang melakukan sosialisasi yang lebih intens dan menyeluruh," kata Julian.
Senin, 12 Maret 2012, 19:20 WIB
Aries Setiawan, Syahrul Ansyari

Demo buruh tolak kenaikan harga BBM (VIVAnews/Luqman)
VIVAnews - Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi direspons sejumlah aksi penolakan. Mahasiswa dan kelompok masyarakat kritis menggelar aksi jalanan, menyampaikan penentangan.

Menyikapi hal itu, juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengetahui hal tersebut. Kendati demikian, pemerintah bersikukuh menaikan harga minyak bersubsidi.

"Presiden mengetahui hal tersebut, ini mungkin karena dalam pandangan kami, sosialisasi terhadap apa yang seharusnya diterima atau dipahami masyarakat luas terkait rencana kenaikan harga BBM bersubsidi belum diterima secara luas oleh masyarakat," kata Julian di JCC Jakarta, Senin 12 Maret 2012.

Lanjut Julian, pemerintah tengah gencar menyosialisasikan kenaikan harga minyak bersubsidi itu. Targetnya, masyarakat memahami alasan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. "Kami sedang melakukan sosialisasi yang lebih intens dan menyeluruh," katanya.

Julian pun membantah, kebijakan kompensasi kenaikan dengan pemberian Bantuan Langsung Tunai sebagai bentuk pemanjaan. Dia beralasan, bantuan langsung sementara diberikan pada kelompok yang sangat membutuhkan karena langsung berdampak oleh adanya kebijakan itu.

"Jadi mereka harus diselamatkan dan memang itu tanggung jawab negara menyelamatkan mereka dengan bantuan langsung sementara," katanya.

Selain itu, pemberian bantuan itu sistematis dan telah dibuat skema penyalurannya secara matang. Dijelaskannya, yang mungkin benar-benar prioritas seperti di bidang pangan atau subsidi di bagian lainnya seperti pendidikan.

"Jadi lintas kementerian sedang bekerja untuk memastikan bagaimana mereka-mereka yang akan terdampak nantinya benar-benar bisa diselamatkan. Sebab itu dibutuhkan kerja keras untuk memverifikasi sehingga sasaran tidak keliru," tuturnya.


• VIVAnews
Top of Form
Komentar
• Balas • Laporkan

blitarpatria
@Ramly Aja
14/03/2012
Kiranya Istana yg tdk paham thd kehidupan rakyat saat ini yg makin sulit menghadapi kenaikan harga2. Tonton acara TransTV " Bila Aku Menjadi " refleksi Rakyat miskin. Contoh Umar bin Khatab , turun kebawah lihat kehidupan rakyatnya. Jangan rapat melulu
• Balas • Laporkan

viollet
13/03/2012
kalian kali yg ga paham.. karna kalian kan perwakilan partai dan penguasa. sibuk ngurusin anggota yg koruplah, cari proyeklah, ga jelas pemerintahan yg skrg. udahlah.. terserah lo deh. makan tuh....
• Balas • Laporkan

ady_soka
12/03/2012
Hem,.LHADALA ! Istana bilang,Demo BBM karena masyarakat belum paham. Belum paham,ataukah Istana tidak mau mendengar aspirasi masyarakat.Coba dengar pendapat para ahli dlm "SARASEHAN ANAK NEGERI" di TV yg lbh dipercaya dan sesuai aspirasi masyarakat..
• Balas • Laporkan

delta88
12/03/2012
emang ga paham pak,dimanika perminyakan dunia juga pasti ga paham...2020 Indonesia bisa!!!!!!
• Balas • Laporkan

CATATAN KAKI,
Catatan kaki adalah catatan di kaki halaman yang dipergunakan untuk memberikan penjelasan tambahan atau mencantumkan URL panjang. Jika di dalam catatan kaki ada referensi, referensinya dibuat dalam bentuk running notes. Besar font catakan kaki adalah lebih kecil dari teks utama, yakni dengan besar font 10.

Harga BBM terus naik, pertambahan ini tentu mempunyai alas an,yaitu harga minyak dunia yang semakin naik. Tetapi banyak pula rakyat yang belum paham atas kenaikan BBM tersebut.


1 Dalam rentang waktu yang cukup lama pemerintah Indonesia telah berfikir akan menaikan harga BBM atau tidak, dikarenakan minyak dunia yang sedang naik, banyak pro dan kontra dari masyarakat seluruh Indonesia. Dan kalau saja harga BBM tidak dinaikan,APBN bisa saja melonjak naik/jebol,Negara pun krisis.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar